Ketika aku dipaksa untuk memulai, aku terpaku pada satu arah
Aku terdiam dalam hening, seakan tak paham tentang keadaan
Aku terbiasa tanpa arah
Bahkan aku dapat melihat tanpa waktu menunjukkan kekuasaannya
Tertawa aku melihat tingkahmu dicermin itu
Ku sentuh permukaannya dan semuanya menghilang
Kemana?
Bisakah kau tunjukkan kepadaku apa yang sedang terjadi
Seakan ia merasa, seakan masuk kedalamnya dan akhirnya kita jatuh didalam ruang hampa tanpa udara
Sesak, dan peluh dimana-mana
Tangis, benci bersatu didalamnya
Apakah ini dunia?
Ya, ini milikmu.
Bisakah kau kembalikanku pada dunia sejuta jendela wahai penguasa?!
Tidak, itulah tempatmu.
Itu milikmu dan nikmatilah apa yang menjadi bagianmu
Sedetik berikutnya aku mulai jatuh tersungkur dibawah pohon berakar kokoh
Detik berikutnya detak jantungku mulai menghilang dan..
Aku hidup dalam keabadian.
Notes: Untuk yang mati karena cinta yang abnormal dimata dunia
Aku terdiam dalam hening, seakan tak paham tentang keadaan
Aku terbiasa tanpa arah
Bahkan aku dapat melihat tanpa waktu menunjukkan kekuasaannya
Tertawa aku melihat tingkahmu dicermin itu
Ku sentuh permukaannya dan semuanya menghilang
Kemana?
Bisakah kau tunjukkan kepadaku apa yang sedang terjadi
Seakan ia merasa, seakan masuk kedalamnya dan akhirnya kita jatuh didalam ruang hampa tanpa udara
Sesak, dan peluh dimana-mana
Tangis, benci bersatu didalamnya
Apakah ini dunia?
Ya, ini milikmu.
Bisakah kau kembalikanku pada dunia sejuta jendela wahai penguasa?!
Tidak, itulah tempatmu.
Itu milikmu dan nikmatilah apa yang menjadi bagianmu
Sedetik berikutnya aku mulai jatuh tersungkur dibawah pohon berakar kokoh
Detik berikutnya detak jantungku mulai menghilang dan..
Aku hidup dalam keabadian.
Notes: Untuk yang mati karena cinta yang abnormal dimata dunia
No comments:
Post a Comment